design-profile-1

A LIFE IN DESIGN | NATHANIEL WIJAYA

Unsur tradisional dikemas sedemikian rupa oleh pendiri, CEO, sekaligus desainer Levendig Interior & Architecture ini sehingga menghasilkan gaya eksentrik yang tetap dinamis.

Saat ini makin banyak desainer interior muda yang berbakat dalam mendesain produk, dan bahkan telah mandiri mendirikan perusahaannya sendiri. Nathaniel Wijaya adalah salah satu di antaranya. Di usianya yang menginjak 32 tahun, lulusan Desain Interior Universitas Tarumanagara ini telah berhasil mewujudkan satu demi satu impiannya, di antaranya yaitu mendirikan biro konsultan interior dan arsitektur sendiri yang diberi nama Levendig. Selain itu, ia juga meluncurkan koleksi perdananya yang terdiri dari rangkaian kursi kerja yang terinspirasi dari kebudayaan Jawa, khususnya batik.

Berbagai proyek telah ditanganinya, antara lain untuk bidang desain interior, Sealy mattress Indonesia di semua Sogo dan Home Sollution (2013-2015), Mattras Inc Greenbay (2014), IBM Road Show 2013, Apartement Cental Kemanggisan/ Show Unit, Road Show, Lobby Area (2014), Pakubuwono Terrace, private residence (2015), Clinic Raycare (Kalideres, 2014–2015), Bank Bahtera Masyarakat (2013–sekarang), Top Center, Meeting Area (2015), Arya Duta Apartment – private residence (2016), Spring Hill – private residence – master bedroom (2016), Tuft and Quilt Mattress – Hartono Mall dan Grand Palace (2016), Dermabeautica Clinic – Alam Sutera (2016), Shakti Head Office – Batu Tulis (2016). Sementara untuk proyek arsitektur antara lain Garden Marble Residence – PIK Jakarta (2013), Green Garden Residence – Jakarta, 2013), Private Villa – Pelabuhan Ratu (2014), AY Residence – Green Garden Jakarta (2015), Green Ville Residence – Green Garden (2015), E Residence, PIK (2015), bangunan BPR -Yogyakarta (2016), Shakti Management School – Ciputat (2016), Sudirman Tower Condominium (2016)

Bagaimana awal mula ketertarikan Anda di dunia desain interior?
Saya memiliki ketertarikan di dunia interior desain sejak saya kecil. Saya suka menggambar scene tokoh favorit saya lengkap dengan perspektif ruangannya. Berangkat dari daya imajinasi seni yang cukup tinggi, saya mulai mengarahkannya lebih spesifik ke dalam desain interior.

Apakah Anda menemui kesulitan saat menekuni bidang yang Anda geluti saat ini? Apakah sesuai dengan cita-cita Anda?
Kesulitan pastinya ada, mulai dari persaingan yang kompetitif, mempertahankan idealis saya sebagai desainer tanpa menganggu keinginan dari klien. Pencapaian saya sekarang sudah tepat pada jalur untuk menuju ke cita-cita saya, tetapi belum mencapai apa yang saya cita-citakan, yaitu kiblat desain di Indonesia bisa lebih mengarah kepada kebudayaan kita sendiri yang di mana menurut saya kebudayaan Indonesia merupakan inspirasi yang tiada habisnya.

Tolong ceritakan tentang Levendig dan latar belakang didirikannya?
Berangkat dari pengalaman kerja selama enam tahun di dunia desain interior, saya memutuskan untuk maju dan resmi mendirikan Levendig pada tahun 2013.

Siapa sajakah tim desain Levendig dan latar belakang masing-masing?
Untuk desain interior, saya kerjakan sendiri untuk menjaga kualitas dan keaslian. Untuk tim arsitek di kepalai oleh adik saya, Ansis Wijaya yang merupakan lulusan dari Universitas Tarumanagara tahun 2011. Untuk supporting architect dibantu dengan Livia Louise dan Meidy Himawan dengan latar belakang arsitek.

Bisakah diceritakan mengenai karya perdana Anda yang terinspirasi dari batik Indonesia?
Karya ini terinspirasi saat saya membaca sejarah mengenai Kesultanan Banten yang merupakan putra dari Sunan Gunung Jati asal Cirebon. Berangkat dari sejarah ini, lantas menginspirasi saya untuk menggali lebih dalam mengenai kebudayaan Jawa yang mungkin tidak banyak diketahui orang banyak di zaman sekarang ini, seperti Pranoto Mongso, yang kemudian saya hubungkan dengan 12 batik asli dari 12 kota besar yang ada di Jawa melalui hari jadinya. Inspirasi yang saya pakai tidak terbatas hanya dari motif batik saja, tapi lebih ke motif-motif tradisional lainnya, contohnya ukiran pada credenza TV yang terinspirasi dari motif Pa’kapu Baka asal Toraja atau meja yang terinspirasi dari bentuk jam tangan Corum yang saya padu padankan dengan motif mahkota Kesultanan Banten, motif Surakarta, dan motif Yogyakarta.

INOVATIF

FUNGSIONAL

EKSENTRIK

Bagaimana antusiasme masyarakat selama ini terhadap koleksi kursi batik Anda dan motif apa yang paling banyak disukai?
Antusiasme dari masyarakat cukup baik, terutama karena karya ini merupakan segmen baru di market furnitur, sehingga banyak yang menganggap bahwa koleksi ini inovasi yang baru dan inspiratif. Untuk motif yang lebih populer adalah batik Mega Mendung dari Cirebon, batik Tugu Malang dari Malang, batik Jalak Harupat dari Bandung, batik Merak Ngibing dari Garut, dan pastinya batik Ciliwung Marunda dari DKI Jakarta.

Menurut pengalaman Anda selama ini, apa perbedaan mendasar dari klien lokal dan nonlokal?
Klien lokal lebih banyak mempunyai standard dengan desain dari luar negeri atau kebarat-baratan. Sementara untuk klien nonlokal justru banyak yang sangat menyukai unsur tradisional dan lebih terbuka dengan konsep yang berbeda tren yang ada sekarang.

Hal apa yang paling banyak menginspirasi Anda dan tim saat mendesain?
Inspirasi kami terutama dari kebutuhan klien, yang kemudian kami sesuaikan dengan elemen-elemen desain yang mendukung sebagai acuan desain kami.

Bagaimana jika tim Anda mengalami perbedaan pendapat klien? Bagaimana menyikapinya?
Biasanya kami mengadakan meeting dan berdiskusi untuk win-win solution.

Apa proyek pertama di bidang desain dan arsitektur? Bagaimana kesan Anda terhadap proyek tersebut dan pengalaman berharga apa yang Anda dapat dari sana?
Untuk desain interior, proyek pertama kami adalah Sealy Mattress Indonesia. Pengalaman berharga yang saya dapat adalah dalam menyempurnakan produksi agar sesuai dengan gambar desain saya. Untuk arsitektur, proyek pertama adalah Green Garden private residence. Di sini saya belajar bagaimana memahami keinginan klien dengan baik dan menerapkannya ke dalam desain.

Tiga kata yang dapat merepresentasikan karakter desain Levendig …
Inovatif, fungsional, eksentrik.

Menurut Anda akan seperti apakah Levendig dalam beberapa tahun mendatang?
Levendig akan menjadi salah satu perusahaan desain yang memiliki fungsi untuk customer dan menjadi pilihan pertama bagi customer yang mencintai kebudayaan Indonesia.

Siapakah arsitek/desainer interior favorit Anda? Bagaimana jika Anda diberi kesempatan untuk berkolaborasi dengan mereka?
Menurut saya, semua desainer, baik luar maupun dalam negeri, mempunyai ciri khas tersendiri. Dan saya selalu kagum dengan karya desain mereka. Dan saya sangat terbuka untuk kesempatan berkolaborasi dengan siapa pun mereka. Ini merupakan suatu kehormatan dan tantangan tersendiri bagi saya untuk berkolaborasi dengan desainer yang memiliki karakter desain yang berbeda dengan saya.

Desain yang baik menurut tim Anda adalah…
Desain yang mengutamakan fungsi untuk customer, bukan hanya yang baik dan enak dilihat. Selain itu juga, desain tersebut tidak hanya mengunakan elemen mahal, namun dengan elemen sederhana, bisa terlihat luar biasa; inilah yang menurut kami lebih bernilai.

Proyek apa yang sedang dikerjakan sekarang/dalam waktu dekat ini? Bisakah diceritakan?
Kami akan mulai merealisasikan desain kami untuk Shakti Head Office dalam waktu dekat Di sini saya tetap memakai unsur kebudayaan dengan tampilan internasional.

Bagaimana pendapat Anda tentang dunia desain interior dan arsitektur Indonesia saat ini?
Menurut saya sangat amat disayangkan karena pengaruh dari brand tertentu masih sangat kental terlihat, yang justru membatasi kreativitas yang ada. Terlebih lagi banyak desainer yang lebih suka memakai barang- barang bermerek dengan bujet yang luar biasa. Menurut saya, hal ini merupakan arah yang salah dalam mendesain, sebab
bagi saya, dengan bujet luar biasa, sebuah ruangan sudah tentu akan terlihat bagus. Desainer membutuhkan inspirasi yang tak terbatas, bukan bujet yang tak terbatas.

Menurut Anda, seperti apakah rumah yang ideal? Alasannya?
Rumah yang menurut saya ideal adalah rumah yang asri dan lengkap dengan seluruh orang yang saya sayangi. Rumah yang nyaman dan sesuai dengan fungsi dan kegunaan yang saya inginkan.

Follow us Now :
FB Icon Insta Icon Twitter Icon

Leave a Reply