92-97-living-Area-2-1

Hunian ini mencerminkan karakter personal pemilik rumah. Seorang executive muda yang berambisi dalam karier, dan memiliki hobi menantang adrenaline. “Dua dunia yang dilakoni klien menginspirasi saya untuk merancang bachelor pad dalam dua ambiance. Bernuansa elegan dan energetic,” kata Nathaniel Wijaya atau Nathan dari Levendig Interior Architecture.

Concept Review

“Inspirasi desain berasal dari karakter klien yang elegan dan adventure khas traveler,” kata Nathan. Ia menggabungkan dua dunia klien menjadi satu dalam hunian yang nyaman dengan unsur alam seperti kayu, batu bata, dan besi yang kuat. Unsur alam tersebut ia padukan dengan material leather pada sofa dan coffee table untuk mewakili sisi maskulin yang elegan. Denah asal unit ini adalah ruang tamu dan dapur yang menyatu dan tiga kamar tidur yang dihubungkan koridor. Nantinya hanya satu kamar tidur yang difungsikan sebagai tempat beristirahat. Sisanya akan digunakan sebagai ruang kerja dan wardrobe. Pemilik juga membutuhkan kamar mandi yang lebih luas dari luasan standar yang ada saat itu. Alih-alih menggunakan ruang-ruang yang sudah ada, Nathan justru merombak total layout sehingga kebutuhan ruang terpenuhi. “Proses ini memakan waktu cukup lama lebih dari satu tahun,” ungkapnya.

Comfortable for Living

Kini Sang Bachelor mendapatkan hunian yang sesuai keinginannya. Ruang pertama adalah ruang tamu dan dapur yang dipisahkan ruang makan. Ruang makan berupa breakfast table ini didesain Nathan sangat unik. Meja tinggi berbahan dasar stainless dan kursi recycle dari sepeda. “Sofa dan coffee table di ruang tamu, saya desain menggunakan material leather untuk kesan elegan dan formal, di sudut ruang ada ambalan untuk tempat memajang koleksi aksesori,” jelas Nathan. Elegan di ruang tamu bepadu dengan kesan alami dari kayu oak di dapur. Untuk menyatukan dua ruang ini, seluruh lantai dipasang lantai kayu solid dengan warna white oak.
Bersebelahan dengan ruang tamu, terdapat meja kerja dengan sekat dari kayu jati Belanda yang bisa dibuka di dua sisi ruang. Bila sekat dibuka, ruang ini terasa menyatu dengan ruang tamu, sehingga kesannya luas dan lega. Penggunaan Wrought iron untuk rak buka memberikan efek ringan dibandingkan rak dari kayu yang berat dan tidak mudah dirawat. Bersebelahan dengan ruang kerja terdapat pintu menuju ruang tidur utama.

Private Place for Adventure

Ruang tidur ini memiliki wardrobe khas anak muda. Nathan tidak mendesain lemari tertutup, ia justru membiarkan koleksi pakaian formal dan kasual terlihat jelas bersama koleksi alat selam dan hiking di sisi kiri dan kanan ruang. “Di ruang tidur, saya memadukan wrought iron dan kayu jati Belanda untuk rak buku serta tempat penyimpanan di belakang TV untuk memudahkan menyimpan sekaligus menjaga kerapihan ruang,” ungkap Nathan.

Unsur kejutan ditemukan di ruang terakhir yang Home Living temui. Letaknya bersebelahan dengan kamar tidur dan merupakan ruangan baru hasil rombakan kamar mandi dan ruang service. Di sinilah letak kamar mandi berdesain unik. Nathan ingin agar tempat membersihkan diri ini berkesan natural dan adventure. “Seluruh dinding saya pasang batu bata terracota. Bersisian dengan bathtub terdapat dinding kaca untuk memberikan kesan luas dan lantai seluruhnya saya pasangi kayu ulin yang tahan kelembaban, dan sangat kuat. Kayu ini akan kusam karena sering dilewati, terkena cipratan air dan bernoda karena sabun dan shampoo. Tampilan itu justru semakin membuat ambiance ruang terlihat milik seorang dengan jiwa petualang,” kata Nathan. HL

— Foto : Syafril H. Sujatmoko (Doc. Levendig)

— Teks : Pipit (Home Living Magazine – Edisi 89 / 2017)

Bachelor Pad

Bachelor Pad Concept – Apartment

Follow us Now :
FB Icon Insta Icon Twitter Icon

Leave a Reply